12 Mar 2026
Pesantren Lansia Muhammadiyah–Aisyiyah Palupuah Resmi Dibuka di Nagari Pasia Laweh
Agam, 11 Maret 2026 – Upaya meningkatkan pembinaan keagamaan bagi masyarakat lanjut usia kembali dilakukan oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah. Melalui kerja sama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Palupuah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Palupuah, kegiatan Pesantren Lansia resmi dibuka pada Rabu, 11 Maret 2026 bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Wali Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Kegiatan pembukaan dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh masyarakat setempat, kader Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Pesantren Lansia ini direncanakan berlangsung selama empat hari, mulai dari Rabu, 11 Maret hingga Sabtu, 14 Maret 2026. Program ini merupakan salah satu bentuk dakwah sosial Muhammadiyah dan Aisyiyah yang bertujuan memberikan pembinaan keagamaan secara khusus kepada masyarakat lanjut usia agar mereka dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang, bermakna, dan penuh keberkahan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Bukittinggi, Prof. Dr. Rusyaida, M.A, yang turut memberikan dukungan dan membuka secara resmi kegiatan Pesantren Lansia tersebut. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi para peserta serta pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah di tingkat cabang yang menjadi pelaksana kegiatan.
Acara pembukaan berlangsung dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan kehangatan. Aula lantai dua Kantor Wali Nagari Pasia Laweh tampak dipenuhi oleh para peserta yang sebagian besar merupakan masyarakat lanjut usia dari berbagai jorong di Nagari Pasia Laweh dan sekitarnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang memandu seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib. Para peserta tampak mengikuti jalannya acara dengan penuh perhatian, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pembinaan keagamaan seperti Pesantren Lansia ini.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dalam kegiatan tersebut. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan penuh penghayatan memberikan nuansa spiritual yang mendalam dan menjadi pengingat bagi seluruh peserta tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terutama dalam menjalani masa tua dengan penuh ketenangan dan kedekatan kepada Allah SWT.
Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Palupuah selaku salah satu penyelenggara kegiatan.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Pesantren Lansia yang merupakan program pembinaan bagi masyarakat lanjut usia. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman agama serta meningkatkan kualitas ibadah bagi para lansia.
Ia juga menjelaskan bahwa program Pesantren Lansia merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah dan Aisyiyah terhadap masyarakat, khususnya mereka yang telah memasuki usia lanjut. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat memperoleh tambahan ilmu agama serta motivasi untuk terus meningkatkan amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi para lansia sehingga mereka dapat saling berbagi pengalaman dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wali Nagari Pasia Laweh yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pesantren Lansia di wilayahnya.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para lansia yang membutuhkan pembinaan keagamaan sekaligus ruang untuk bersosialisasi.
Ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dan Aisyiyah yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah nagari sangat penting dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
“Kami sangat mendukung kegiatan Pesantren Lansia ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Pasia Laweh, khususnya para orang tua kita yang telah memasuki usia lanjut,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Palupuah yang turut menjadi penggagas kegiatan Pesantren Lansia ini.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam memiliki komitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, Pesantren Lansia merupakan salah satu bentuk dakwah yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya bagi mereka yang telah memasuki masa lanjut usia.
Ia juga menegaskan bahwa masa tua bukanlah masa untuk berhenti belajar, melainkan justru menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Melalui Pesantren Lansia ini, kita berharap para peserta dapat memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjalani masa tua dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk pemerintah nagari serta masyarakat yang telah memberikan dukungan.
Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Bukittinggi, Prof. Dr. Rusyaida, M.A.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Palupuah yang telah menggagas kegiatan Pesantren Lansia ini.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan program yang sangat penting dalam memberikan perhatian kepada masyarakat lanjut usia. Ia menegaskan bahwa Islam memberikan penghormatan yang tinggi kepada orang tua, dan salah satu bentuk penghormatan tersebut adalah dengan memberikan pembinaan serta perhatian kepada mereka.
Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Lansia bukan hanya sekadar kegiatan pengajian, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat spiritualitas dan kebahagiaan para lansia.
“Usia lanjut bukanlah halangan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas ibadah. Justru pada masa inilah kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Lansia dengan penuh semangat sehingga dapat memperoleh manfaat yang maksimal.
Di akhir sambutannya, Prof. Dr. Rusyaida, M.A secara resmi membuka kegiatan Pesantren Lansia yang dilaksanakan di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah.
Pesantren Lansia ini direncanakan berlangsung selama empat hari dengan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan peningkatan pemahaman agama, praktik ibadah, serta pembinaan spiritual.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu para lansia untuk lebih memahami ajaran Islam secara mendalam sekaligus memperbaiki kualitas ibadah mereka.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para peserta untuk saling berinteraksi dan mempererat hubungan sosial antar sesama lansia.
Pelaksanaan Pesantren Lansia di Nagari Pasia Laweh ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memberikan perhatian kepada masyarakat lanjut usia.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah dan Aisyiyah kembali menunjukkan perannya sebagai gerakan dakwah yang tidak hanya fokus pada pembinaan generasi muda, tetapi juga memberikan perhatian kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dengan semangat kebersamaan antara Muhammadiyah, Aisyiyah, pemerintah nagari, dan masyarakat, Pesantren Lansia ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para peserta serta menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan sejahtera.
Tambahkan Komentar