07 Apr 2026
Dalam Kebersamaan, Muhammadiyah–‘Aisyiyah Bukittinggi Rajut Ukhuwah di Momentum Halal Bi Halal
Bukittinggi — Pagi itu, Sabtu, 5 April 2026, Masjid Baitul Jalal Muhammadiyah dipenuhi oleh wajah-wajah penuh senyum. Mereka datang dari berbagai penjuru, membawa semangat yang sama: merajut kembali kebersamaan dalam kegiatan pengajian dan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bukittinggi.
Dari ranting hingga cabang, dari amal usaha hingga organisasi otonom, semua hadir dalam satu ruang yang sama. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada perbedaan posisi—yang ada hanyalah rasa persaudaraan yang mengikat kuat.
Suasana semakin terasa hangat ketika acara dimulai. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menciptakan ketenangan yang menyelimuti seluruh ruangan. Para peserta duduk dengan khusyuk, seolah larut dalam momen yang sarat makna tersebut.
Hadir sebagai penceramah, Ustadz Drs. Amiruddin dari Padang Panjang tampil dengan gaya yang sederhana namun penuh makna. Ia tidak hanya berbicara, tetapi menyentuh hati para jamaah dengan pesan-pesan yang mendalam.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Halal Bi Halal sebagai titik awal perubahan. Bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan sesama.
“Kadang yang membuat kita jauh bukan jarak, tetapi hati yang belum saling memaafkan,” ucapnya, yang membuat suasana sejenak hening dan penuh perenungan.
Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah adalah rumah besar yang harus dijaga bersama. Setiap anggota memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan gerakan dakwah.
Seiring berjalannya waktu, suasana semakin terasa emosional ketika memasuki sesi Halal Bi Halal. Satu per satu peserta berdiri, saling bersalaman, mengucapkan maaf dengan tulus. Ada yang tersenyum, ada yang meneteskan air mata—semuanya larut dalam keikhlasan.
Momen ini menjadi bukti bahwa silaturahmi bukan hanya tentang pertemuan fisik, tetapi juga tentang penyatuan hati. Perbedaan yang mungkin pernah ada perlahan mencair dalam hangatnya kebersamaan.
Di sudut lain, terlihat para kader muda Muhammadiyah yang ikut berbaur dengan para senior. Mereka berbincang, tertawa, dan saling berbagi cerita. Ini menjadi gambaran nyata bahwa regenerasi dalam Muhammadiyah berjalan dengan baik.
Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan individu, tetapi juga memperkuat jaringan antar organisasi di dalam Muhammadiyah. Amal usaha, organisasi otonom, dan struktur kepemimpinan semuanya menyatu dalam satu tujuan yang sama.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan energi baru baginya. “Rasanya seperti diingatkan kembali bahwa kita tidak sendiri. Ada banyak saudara yang berjalan bersama dalam dakwah ini,” ujarnya.
Pengajian dan Halal Bi Halal ini menjadi lebih dari sekadar acara. Ia menjadi ruang refleksi, ruang perbaikan, dan ruang untuk kembali meneguhkan niat dalam berjuang di jalan dakwah.
Menjelang akhir acara, suasana tetap hangat. Tidak ada yang terburu-buru untuk pulang. Banyak yang masih saling berbincang, memperpanjang kebersamaan yang terasa begitu berharga.
Hari itu, Masjid Baitul Jalal bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bagaimana kebersamaan, keikhlasan, dan persaudaraan tumbuh kembali dengan kuat.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bukittinggi menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada program dan struktur, tetapi juga pada hubungan hati yang terjalin erat di antara anggotanya.
Dan dari kebersamaan itulah, harapan untuk masa depan yang lebih baik terus tumbuh dan menguat.
Tambahkan Komentar